7 Efek Samping Akibat Terlalu Lama Duduk di Tempat Kerja

Selamat Hari Senin sobat TOG, terkadang terlalu lama duduk tidak dapat dihindari, apalagi jika berurusan dengan masalah pekerjaan dan segala hal yang harus diselesaikan di kantor. Misalnya saja, Anda mesti membuat laporan atau rapat berjam-jam dengan klien Anda.

Duduk berjam-jam lamanya bisa mempersingkat hidup Anda. Para peneliti telah melaporkan bahwa orang-orang yang duduk selama berjam-jam memiliki risiko tinggi kematian akibat penyakit jantung.

Bahkan duduk berlama-lama di tempat kerja memiliki efek samping yang dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk. Bahaya duduk di tempat kerja bahkan dapat membuat orang tersebut dinonaktifkan dan bahkan memicu risiko kesehatan.

Info Loker

Berikut adalah beberapa dari 7 efek samping akibat terlalu lama duduk di tempat kerja:

1.Bahaya terhadap jantung

terlalu lama duduk

Saat Anda duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Jika hal ini terjadi, maka asam lemak dapat dengan mudah menyumbat jantung.

Otot-otot hanya bisa membakar lebih sedikit lemak dan aliran darah lebih malas karena kelamaan duduk. Ini akan membiarkan asam lemak menyumbat jantung. Orang dengan gaya hidup yang menetap berisiko mengalami penyakit kardiovaskular.

2. Peningkatan resiko kanker

Aktivitas fisik yang rendah, berisiko kematikan akibat penyakit jantung dan kanker. Beberapa bahaya kesehatan duduk berjam-jam bisa mengembangkan corpus uteri, kanker jantung dan ovarium.

Ada sebuah studi yang dipublikasikan oleh British Journal of Sports Medicine, duduk terlalu lama dapat menyebabkan risiko kanker paru-paru meningkat sebanyak 54%, kanker kolon sebanyak 30% dan kanker dinding rahim sebanyak 66%..

3. Postur tubuh memburuk

terlalu lama duduk

Saat duduk terlalu lama di kantor, leher dan bahu menegang, dikarenakan Anda terlalu lama menahan leher di posisi menghadap ke komputer atau mengerjakan hal lainnya.

Bahaya duduk terlalu lama juga menyebabkan tekanan pada tulang belakang lebih besar dibandingkan dengan saat berdiri. Sekitar 40% orang  yang mengalami masalah pada punggung dan sering mengeluh sakit punggung merupakan mereka yang duduk sangat lama menghadap komputer di tempat kerja sehari-harinya.

4. Terjadi degenerasi otot

Berdiri, berjalan, dan menggerakkan tubuh dapat mengencangkan otot, terutama otot perut. Kebalikannya, saat duduk maka otot-otot akan mengendur dan dapat menyebabkan pelemahan otot-otot tersebut.

Bagian pinggang juga dapat mengalami keluhan saat duduk terlalu lama, dikarenakan otot-otot di bagian pinggang menjadi kaku dan bergerak sangat terbatas serta jarang berelaksasi. Keluhan pada bagian pinggang juga dapat menurunkan mobilitas otot pinggang yang menyebabkan seseorang terjatuh secara tiba-tiba saat berjalan.

5. Tingkat kadar kolesterol meningkat

terlalu lama duduk

Setelah satu tahun duduk di tempat kerja, Anda perlahan-lahan bisa mengalami kolesterol tinggi. Duduk dalam waktu lama memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyebabkan gangguan dalam fungsi metabolisme yang mengakibatkan peningkatan kadar trigliserida plasma, menolak kadar high density lipoprotein kolesterol dan pada saat yang sama penurunan sensitivitas insulin.

Mengganti waktu duduk dengan berjalan bahkan memiliki hasil yang lebih signifikan. Setiap dua jam partisipan berjalan dibandingkan dengan duduk diam, kadar trigliserida (lemak) berkurang hingga mencapai 14%.

6. Menurunnya kemampuan otak

Seseorang yang terlalu lama duduk di belakang meja kerja, menyelesaikan berbagai macam masalah di kantor, mengatur jadwal, serta melakukan aktivitas yang sangat memerlukan pemikiran kritis dapat mengalami penurunan kemampuan otak.

Otak menjadi terlalu lelah serta ‘berkabut’ karena duduk terlalu lama di tempat kerja. Hal ini dikarenakan tidak adanya asupan darah dan oksigen segar ke dalam otak, yang hanya bisa didapatkan seseorang saat menggerakkan otot.

7. Kaki yang kurang sehat

terlalu lama duduk

Bahaya duduk terlalu lama juga diderita oleh organ tubuh kaki. Saat duduk terlalu lama, sirkulasi aliran darah di kaki sangat buruk, yang dapat menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki, varises, serta penggumpalan darah yang dikenal dengan DVT (deep vein thrombosis).

Jika kaki banyak digerakkan sesederhana banyak berjalan, atau berolahraga dengan berlari, tulang pada kaki menjadi lebih padat, sehingga menjadikannya lebih kuat. Kebalikannya, saat kaki lama tidak digerakkan dapat menyebabkan tulang merapuh bahkan meningkatkan risiko osteoporosis.

Duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan kaki mati rasa, atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah neuropati, yaitu gangguan syaraf pada kaki sehingga fungsinya berkurang.

Itulah 7 efek samping akibat terlalu lama duduk yang tentunya tidak ingin Anda alami. Jika memang Anda tidak dapat menghindari duduk terlalu lama saat bekerja, cobalah untuk menjadwalkan pergerakan tubuh setiap setengah jam sekali seperti pergi ke toilet, berjalan di sekitar kantor dan berinteraksi dengan rekan kerja, atau melakukan beberapa latihan otot yang dapat dilakukan sambil duduk.

PT TOG HR Indonesia masih terus mencari para talenta muda berbakat untuk di bidang IT, agar bisa mendapat kesempatan berkarir di perusahaan yang kalian mau atau sesuai dengan skill dan kompetensinya. cek info lowongan kerja disini ya, bisa langsung juga apply melalui e-mail kita ya.

Salam Sukses

TOG INDONESIA

 

 

 

(Visited 140 times, 1 visits today)