Peluang Karir Android Studio Developer dan Tanggung Jawabnya

Tingginya pengguna smartphone berbasis Android memunculkan peluang karir sebagai Android studio developer yang makin cerah. Kompetensi di bidang ini tentunya makin dicari perusahaan untuk memenuhi kebutuhan di bidang ini.

Saat ini, terdapat lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif Android. Belum lagi, produsen berbagai brand smartphone menelurkan versi Android terbaru dan tercanggih. Kompetisi untuk memenangkan hati konsumen semakin ramai. Apabila tertarik menjajal profesi ini, ketahui terlebih dahulu tanggung jawabnya berikut ini.

Pengertian Android Studio Developer

Sesuai namanya, Android Studio developer khusus merancang dan membuat software aplikasi khusus untuk pangsa pasar Android. Aplikasinya nanti akan digunakan pada smartphone, tablet, baik dalam bentuk game, atau wujud aplikasi lainnya.

Bekerja pada posisi ini membutuhkan pemahaman mumpuni tentang bahasa pemrograman. Dengan kompetensi ini, Anda bisa memilih bekerja di suatu perusahaan atau bergabung ke dalam agensi pengembangan aplikasi.

Tanggung Jawab Android Studio Developer

Bekerja pada posisi ini menghadirkan beragam tanggung jawab seperti di bawah ini sebagaimana diambil dari Job Hero:

1. Merancang dan membuat aplikasi untuk smartphone Android

Inilah pekerjaan primer seorang Android Studio developer. Dan bukan tugas yang gampang dan singkat untuk dilakukan mengingat ketepatan berperan penting agar aplikasi berjalan mulus. Apabila ditemukan kesalahan, seorang Android Studio developer harus bertanggung jawab mencari dan memperbaiki kesalahan tersebut. Tidak jarang, ia harus memulai kembali dari awal.

2. Bekerjasama dengan anggota tim lainnya

Umumnya, Anda akan menggandeng anggota tim lain untuk merampungkan suatu proyek berbasis Android. Agar proyek berlangsung lancar dan menghasilkan mutu bagus, kemahiran berkomunikasi menjadi hal mutlak. Selain berkolaborasi dengan sesama Android developer, besar kemungkinan kerjasama dengan tim lain dibutuhkan. Misalkan, Anda akan bekerjasama dengan tim Product Development dan UI/UX Design untuk memutuskan fitur sesuai kebutuhan atau keinginan calon pemakainya nanti.

3. Mengolah data eksternal dan Application Programming Interface (API)

Tahapan awal adalah mengolah seluruh data eksternal dari arsip sebelumnya, dari tim lain hingga data baru tim Android Developer sendiri. Langkah berikutnya, pelajari dan analisa semuanya agar bermanfaat dalam membuat aplikasi nantinya. Proses analisa ini membutuhkan pemikiran yang kritis.

4. Memperbaiki dan meningkatkan kemampuan aplikasi

Setelah aplikasi selesai dan diterima konsumen, peran Android Studio developer tidak serta merta berhenti. Anda harus siap memperbaiki kesalahan yang dikeluhkan oleh pengguna, seperti adanya bug. Belum lagi, Anda harus terus meningkatkan kemampuan aplikasi berupa penambahan fitur hingga benar-benar kompetitif pada bidang yang sama.

5. Mengulas dan mengintegrasikannya dengan teknologi terbaru

Selain tugas di atas, Anda haruslah mengikuti perkembangan tren aplikasi smartphone. Beragam tools terbaru harus diketahui dan diujicobakan agar benar-benar meyakini memang tools tersebut layak dimasukkan ke dalam aplikasi. Menjalani profesi ini berarti Anda menjadi yang terdepan terhadap segala inovasi dan siap mengimplementasikannya.

Enam Kemahiran Sebagai Android Studio Developer

Setidaknya ada enam kemahiran agar tugas di posisi ini berjalan maksimal. Ke-6 kemahiran tersebut adalah:

1. Bahasa Pemrograman Android

Kotlin dan Java merupakan bahasa pemrograman yang paling sering dipakai untuk membuat sebuah aplikasi. Baik Kotlin dann Java mempunyai nilai plus dan minus masing-masing.

Java tergolong bahasa pemrograman lama dengan library dan dokumentasi yang komplet. Nilai minusnya adalah Java mempunyai struktur coding yang cukup sulit dan panjang.

Sedangkan Kotlin termasuk baru dengan struktur coding yang sangat ringkas. Anda bisa mengintegrasikan Kotlin ke dalam coding Java. Kotlin sangat mempermudah pengerjaan pengembangan bahasa pemrograman menjadi lebih singkat. Perusahaan pun menyukai Kotlin sebab menghemat waktu dan lebih menguntungkan.

2. Android SDK

Kemahiran kedua adalah Software Development Kit (SDK) Android yang merupakan gabungan software untuk mempermudah dan mempercepat proses pengembangan aplikasinya. Penguasaan SDK memungkinkan Anda sanggup memakai contoh kode, dokumentasi, emulator, software libraries hingga debugger selama proses pengembangan software Android.

3. API

Anda dituntut sanggup menggunakan berbagai jenis API untuk membantu dalam membuat aplikasi nantinya. Ini disebabkan beberapa aplikasi di Android sangat rumit dan mengandung konten yang juga tersedia di aplikasi lainnya. Contohnya, Gojek dan Grab, yang memakai API dari Google Maps, agar tidak perlu membuat peta sendiri. Inilah yang wajib Anda waspadai.

4. Arsitektur dan Framework

Pemahaman tentang arsitektur aplikasi akan sangat membantu dalam mengembangkan aplikasi dalam hal UI, kinerjanya, kegunaannya dan bisnis. Sedangkan framework akan mempercepat pembuatan aplikasi sebab Anda tinggal menerapkan rangkaian fungsi dan perintah umum yang terdapat di dalamnya.

5. Desain UI/UX

Istilah UI dan UX sangat populer saat ini. Seolah tak terpisahkan, User Interface (UI) dan User Experience (UX) mempunyai pengertian yang berbeda. UI berfokus pada perbaikan desain aplikasi agar lebih menarik dan lebih optimal. Di lain pihak, UX menekankan pada performa aplikasi agar selalu lebih baik demi menghadirkan pengalaman ke pengguna yang lebih mulus. Memahami keduanya akan sangat membantu Android Studio developer dalam membuat aplikasi sesuai dengan keinginan pengguna.

6. Adaptasi yang Cepat

Yang dimaksud di sini adalah cepat beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja pengembangan aplikasi mobile. Berpikir cepat dan analitis harus menjadi bekal dasar sebelum terjun ke profesi ini. Anda harus bisa menjawab dan memperbaiiki masalah selama pembuatan aplikasi.

Belum lagi, Anda harus terus mengikuti perubahan tren yang berjalan cepat. Jangan pernah berhenti untuk mempelajari dinamika perkembangan Android yang mengikuti kebutuhan pasar dan konsumen. Misalnya, Anda harus tetap mempelajari Kotlin dari awal meski bahasa pemrograman ini terhitung mudah diaplikasikan.

Jenjang Karir Android Studio Developer

Dalam payung besarnya, karir Android Studio developer ternyata cukup beragam, yang bisa Anda coba. Jenjang karir tersebut adalah:

  1.   Mobile Architect
  2.   Android Engineer
  3.   Mobile App Developer
  4.   Mobile Lead Software Engineer
  5.   Android Mobile Developer
  6.   Mobile Developer
  7.   Mobile Embedded Software Engineer

Bekerja di profesi ini mendatangkan peluang yang menggiurkan. Sebagaimana ditulis oleh Acadgild, berikut keuntungannya:

  1. Terbuka pada begitu besarnya permintaan dari perusahaan di dalam dan luar negeri.
  2. Besar kemungkinan menerima bayaran tinggi.
  3. Berkesempatan memilih karir yang cukup beragam.
  4. Terus berkembang sesuai dengan dinamika Android itu sendiri.
  5. Fleksibel dari segi jam bekerja, dimana tidak harus bekerja dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Bahkan, tidak sedikit yang memperbolehkan karyawannya bekerja secara jarak jauh.
  6. Pengalaman akan bermanfaat untuk bekerja di perusahaan yang berbeda dengan permintaan kemahiran di luar Android.

Itulah seluk-beluk peluang karir sebagai Android Studio developer berikut tanggung jawabnya. Selamat mencoba!

Baca juga: Gaji Android Developer di Indonesia Tahun 2022


Klik dibawah ini untuk informasi tentang IT Training dan Info Loker seputar IT

Hubungi Kami

(Visited 1 times, 1 visits today)
By |2022-10-03T10:53:45+07:00October 3rd, 2022|Article, Career|0 Comments

Leave A Comment

Go to Top