Pernahkah Anda mendengar salah satu jenis metode pengembangan perangkat lunak Agile? Disebut sebagai Software Development Life Cycle (SDLC), metode ini membantu developer menciptakan software yang lebih efisien dan sesuai kebutuhan konsumen. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu Agile, langsung saja simak ulasan berikut ini. Yuk, kita mulai!

Kenali Secara Lengkap Apa itu Agile

Apa itu Agile

Agile Software Development adalah metode pengembangan software dengan proses pengerjaannya yang secara bertahap dan berulang (iterasi). Metodologi ini merupakan sistem jangka pendek yang membutuhkan adaptasi cepat dalam mengatasi setiap perubahan.

Berbeda dengan metodologi Waterfall yang memiliki alur linear dan tidak bisa diubah di tengah proses pengembangannya, Agile berfokuskan pada fleksibilitas di setiap perubahannya. Nilai penting Agile Development adalah memungkinkan sebuah tim mengambil keputusan cepat, dengan kualitas dan prediksi yang baik, serta memiliki potensi baik dalam merespon perubahan.

Pengembangan Agile mengacu pada konsep Agile Manifesto. Konsep ini dikembangkan oleh empat belas tokoh terkenal dalam industri perangkat lunak. Berikut empat nilai utama Agile Manifesto dalam pengembangan software :

  • Individu dan interaksi antar individu lebih diutamakan, daripada proses dan tools;
  • Fokus pada software, dibandingkan dokumentasi yang komprehensif;
  • Mementingkan kolaborasi dengan klien, dibandingkan dengan negosiasi kontrak;
  • Tanggap dalam merespon perubahan, dibanding hanya sekadar mengikuti rencana.

 Tujuan Metodologi Agile

Tujuan Agile dibagi menjadi tujuh bagian, antara lain :

1. High-Value and Working App System

Tujuan utamanya adalah menciptakan software dengan nilai jual yang tinggi, dapat menekankan biaya pembuatan, dan menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.

2. Iterative, Incremental, Evolutionary 

Agile ini dikatakan sebagai metode yang fleksibel dan bisa digunakan dalam jangka pendek. Metode pengembangan software ini iteratif, berulang-ulang, dan bisa mengalami perubahan jika diperlukan. Tim mampu menambahkan fitur sesuai dengan kebutuhan konsumen.

3. Cost Control & Value-Driven Development

Proses pengembangan software dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (user). Tim bisa dengan cepat merespon kebutuhan user, sehingga waktu dan biaya pengembangan dapat dikontrol.

4. High-Quality Production

Meskipun biaya dan waktu yang diperlukan tidak banyak, namun kualitas software tetap terjaga.

5. Flexible & Risk Management

Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan atau masalah, proses pengembangan software sudah disiapkan dan dibekali kemampuan adaptasi untuk menghadapi perubahan. Pertemuan dengan klien pun sering dilakukan agar fungsionalitas software terjaga.

6. Collaboration

Kolaborasi tim lebih maksimal, karena tim diharuskan sering bertemu untuk mendiskusikan perkembangan proyek dan feedback dari klien.

7. Self-Organizing, Self-Managing Terms

Tim dapat memanajemen dirinya sendiri dan didukung oleh pemimpin, sehingga bisa tercipta tim yang solid.

Kelebihan & Kekurangan Agile 

Tentunya Agile mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. 

Kelebihan :

  • Agile dapat melakukan perubahan rutin terhadap software yang dikerjakan, sesuai dengan feedback klien. Sehingga metode ini sangat fleksibel, developer bisa memilih mana saja yang harus dilakukan perubahan pada setiap iterasinya.
  • Kualitas software terjamin. Hal itu dikarenakan Agile sangat cepat dalam memproses feedback klien, baik itu penambahan fitur ataupun pembenahan bug.
  • Agile dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Software dengan kualitas mumpuni sangat disukai konsumen, terlebih jika fitur software di dalamnya berdasarkan feedback dari konsumen.

Kekurangan

  • Agile tidak membutuhkan banyak perencanaan yang membuat tim mengalami kesulitan dalam menentukan bentuk akhir software. Fitur yang sering ditambahkan juga menjadikan software yang dibuat semakin kompleks.
  • Agile akan menguras banyak waktu dan energi. Metode ini mengharuskan interaksi antar tim secara rutin. Tentunya dalam hal ini komitmen dari setiap individu pun sangat dibutuhkan.
  • Pembuatan dokumentasi dalam jangka waktu yang singkat, berujung pada hasil yang kurang lengkap. Dokumentasi yang kurang lengkap bisa membuat tim baru mengalami kesulitan memahami proyek yang berjalan. 

Baca Juga: Hindari 10 Kesalahan Dalam Desain Web

(Visited 38 times, 1 visits today)