Mungin kalian sudah tidak asing lagi dengan kedua teknologi ini, yaitu Virtual Reality dan Augmented Reality. Keduanya adalah teknologi yang sama-sama berhubungan dengan dunia virtual. Namun hingga kini masih ada banyak orang yang salah mengartikan atau belum bisa membedakan keduanya, padahal keduanya sangat jelas berbeda.

Berikut penjelasan mengenai perbedaan diantara keduanya.

Virtual Reality (VR)

Foto by abaxsoft.com

Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang memungkinkan user dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan berdimensi 3 yang disimulasikan oleh komputer terhadap suatu objek nyata atau imajinasi, sehingga membuat user seolah-olah terlibat secara fisik pada lingkungan tersebut.

Untuk membuat kontak atau berinteraksi dengan dunia virtual tersebut, dibutuhkan suatu alat yang di sebut headset VR. Headset VR sendiri sudah banyak diproduksi oleh banyak perusahaan besar. Beberapa contoh untuk headset VR adalah Samsung Gear VR, Oculus Rift dan Playstation VR.

Aplikasi dan Contoh Virtual Reality

Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, dan penerbangan yang mempunyai risiko yang sangat besar dan membutuhkan prototype yang meniru kondisi nyata sebelum diimplementasikan. Contohnya, seorang calon pilot dapat menggunakan VR untuk simulasi penerbangan menggunakan komputer khusus untuk melakukan ujian.

Augmented Reality (AR)

Foto by Readwrite.com

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata.

Aplikasi dan Contoh Augmented Reality

Teknologi ini biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur yang mempunyai risiko besar dan membutuhkan tambahan benda-benda semu yang meniru benda-benda nyata sebelum diimplementasikan. Contohnya, pada pemeriksaan sebelum operasi seperti CT Scan atau MRI yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien. Dari gambar-gambar tersebut, kemudian pembedahan direncanakan. AR dapat diaplikasikan sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan berlangsung.

Kesimpulannya Virtual Reality menggantikan kenyataan dengan dunia semua secara keseluruhan, sedangkan Augmented Reality menambahkan atau melengkapi kenyataan dengan benda-benda semu.

 

Source:
http://teknologi.id

(Visited 31 times, 1 visits today)