Bagi Anda yang tertarik terjun ke dunia elektronika dan robotika, serta ingin menghasilkan suatu proyek interaktif. Pelajari dan pahamilah terlebih dahulu soal Arduino dan bahasa pemrograman. Arduino merupakan microcontroller yang bisa memberikan kesempatan bagi Anda untuk melakukan eksperimentasi.

Pada artikel kali ini, kami mengajak Anda untuk berkenalan dengan Arduino dan bahasa pemrograman khususnya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu Arduino?

Arduino adalah microcontroller single board yang bersifat open source, dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi baik dari segi hardware maupun software untuk memudahkan dalam merancang proyek elektronik. Arduino ini disebut-sebut sebagai terobosan baru dalam dunia microcontroller. Arduino memungkinkan untuk membuat perangkat yang dapat berinteraksi dengan lingkungannya.

Platform Arduino berisi perangkat keras berupa board dan perangkat lunak atau IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk menulis dan mengisi program ke board Arduino. Microcontroller board Arduino diprogram menggunakan bahasa pemrograman Arduino dan Arduino development environment. Dengan bahasa pemrograman ini, Anda bisa mendirikan dan memprogram komponen elektronik.

Bahasa Pemrograman Arduino

Bahasa pemrograman Arduino ditemukan oleh Hernando Barragan pada tahun 2003, pada saat ia mengembangkan sistem wiring. Arduino menggunakan bahasa pemrogramannya sendiri, yang mirip dengan C++. Dilansir dari bitdegree,org, terdapat tiga bagian utama yang menyusun bahasa pemrogramanan Arduino yaitu function, value, dan structure.

Function memungkinkan dalam mengontrol board. Dengan menggunakan function, analisis data, operasi matematika, dan tugas lainnya  dapat dilakukan. Value berfungsi mewakili konstanta dan variabel, tipe daya yang digunakan seperti array, boolean, char, float, dan lainnya yang mirip dengan C++. Bagian terakhir adalah structure, bagian dari bahasa Arduino yang mengandung elemen kode, seperti operator.

Struktur Dasar Program Arduino

Struktur dasar dari program Arduino sangatlah sederhana, hanya terdiri dari dua fungsi utama, yaitu void setup() dan void loop (). Dimana setup() merupakan inisialisasi yang hanya dijalankan sekali saja di awal program, sedangkan loop () diginakan untuk mengeksekusi bagian program yang dijalankan hingga program berhenti dijalankan. Karena memiliki keterkaitan satu sama lain, kedua fungsi ini harus ada pada sketch (Arduino IDE), jika tidak, sketch bisa mengalami error.

Memprogram Arduino

Arduino menggunakan struktur “if-then” sebagai dasar logika kode. Struktur ini dibagi menjadi empat blok, yaitu setup, input, manipulate data, dan output. Dalam Arduino, setup adalah kode yang ditulis untuk menjalankan suatu perintah, seperti kalibrasi data. Input mengacu pada value yang digunakan sebagai syarat “if/jika”. Bagian manipulate data digunakan untuk mengubah data menjadi bentuk yang lebih mudah untuk kalkulasi. Sedangkan output dalam Arduino adalah hasil dari logika yang dimasukkan (then).

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurang MongoDB yang Perlu Diketahui Sebelum Kamu Pakai

(Visited 15 times, 2 visits today)