Gaji Programmer – Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa rata-rata gaji para pekerja teknologi informasi (IT) di Indonesia terendah dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, atau Filipina. Namun, hasil survei IT Salary Benchmark yang dilakukan ZDNet.com dari September 2009 hingga November 2010 setidaknya bisa menjadi acuan.

Sudah layakkah gaji yang Anda terima sekarang? Apakah masih rata-rata, terlalu rendah, atau sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sesama pekerja IT lainnya? ZDNet Asia melaporkan hasil survei gaji rata-rata pekerja IT berdasarkan skill IT dan jenis pekerjaan sesuai pengalaman kerja dan jenis industrinya.

Survei dilakukan terhadap 1.432 pekerja IT di berbagai sektor dengan jenis pekerjaan dan kemampuan bermacam-macam. Di antara mereka, seorang pekerja yang menduduki jabatan IT management di industri media, marketing, dan sales menduduki posisi tertinggi dengan gaji rata-rata Rp 144,3 juta per tahun.

Jika dilihat dari pengalaman kerja dan skill, seorang konsultan IT yang berpengalaman lebih dari 10 tahun punya gaji rata-rata paling tinggi, yakni Rp 150 juta per tahun.

Berikut dua tabel hasil survei gaji rata-rata pekerja IT di Indonesia.

IT Skills Pengalaman Kerja
0 – 5 Tahun 5 – 10 Tahun > 10 Tahun
Application Development 41,076,430 72,387,596 122,961,017
Desktops/Software 35,720,809 74,072,867 106,737,714
Operating Systems 37,270,661 66,445,100 99,637,087
Servers/Networking 36,320,145 69,316,628 103,453,108
Web Development 41,045,231 67,485,390
Systems Administration 33,900,526 71,492,724 94,171,898
Database Management 36,974,578 63,845,642 96,427,356
Enterprise Applications 45,473,952 81,323,387 132,138,799
Consulting/Business Services 150,089,767
IT Security 36,177,730 70,119,467 100,871,814
Infrastructure Management 43,940,123 74,762,226 107,727,611

Nilai Tukar Rupiah Dan Nilai Biaya Hidup

gaji programmer

Salah satu penyebab rendahnya gaji programmer bila dibandingkan dengan negara-negara lain di level setingkat adalah karena rendahnya nilai tukar rupiah dibandingkan dengan mata uang asing. Selain itu, rendahnya nilai biaya hidup di Indonesia membuat perusahaan-perusahaan tidak terdesak untuk meningkatkan gaji programmer.

Masih Dianutnya Konsep Tradisional Career Ladder di Perusahaan

Career ladder yang masih dianut di Indonesia adalah yang masih bersifat tradisional. Jenjang karir tersebut berarti setelah diawali dari junior programmer, dilanjutkan dengan senior programmer dan masuk ke jenjang managerial. Sementara konsep career ladder modern memungkinkan seorang programmer untuk naik ke jenjang berikutnya sebagai spesialis (technical) dan professional, salah satunya sebagai enterprise architect.

Konsep tradisional ini membuat stereotype bahwa gaji manajemen / project manager lebih tinggi dari programmer, dan gaji programmer sekali lagi terlihat rendah.

Supply and Demand

gaji programmer

Bila kita teliti lagi, gaji-gaji tinggi programmer di luar negeri dikarenakan kebutuhan akan skill programming yang juga tinggi dan tanggung jawab yang juga tinggi. Katakan Microsoft, Google, Facebook dan juga Wordpress (promosi terselubung) memerlukan programmer dengan skill yang tinggi dan tanggung jawab yang besar. Di samping itu, perusahaan2 tersebut juga adalah perusahaan IT yang bersifat sebagai provider / enabler, yang mana pendapatannya lebih tinggi dan service-nya lebih diminati.

Berbeda dengan kondisi di Indonesia. Hinga tahun 2010, mayoritas programmer diperlukan untuk men-develop custom application di software house atau internal perusahaan. Programmer2 tersebut masih menggunakan teknologi yang di-provide oleh perusahaan2 dari luar negeri seperi microsoft, SAP, atau wordpress. Dan sistem yang dikembangkan sebagian besar hanya bersifat CRUD atau administration screen.

Sejak tahun 2010, banyak startup-startup digital muncul di Indonesia. Kebutuhan akan programmer dengan skill lebih tinggi meningkat. Namun tetap saja peningkatan tersebut belum maksimal karena Indonesia masih belum mencetak produk-produk digital yang bisa digunakan secara internasional. Dan juga, demand untuk embedded programming dan robotik juga masih rendah, membuat kisaran gaji programmer juga ikut rendah.

Stereotype Bahwa Skill Programmer Indonesia Rendah

Masih berkaitan dengan supply and demand, rendahnya demand untuk programmer dengan skill tinggi membuat programmer2 dengan skill yang tinggi untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Pencarian kerja di luar negeri dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari kisaran gaji-gaji di Indonesia.

Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya pandangan bahwa programmer-programmer di Indonesia memiliki skill yang lebih rendah dari programmer-programmer dari luar negeri. Maka saat startup-startup / perusahaan baru ingin menempatkan programmer di posisi strategis, maka dipilihlah mereka-mereka yang berasal dari luar.

Sulit Menilai Programmer Dengan Skill Tinggi

gaji programmer

Dari kacamata non-teknis, sulit membedakan programmer dengan skill tinggi atau programmer dengan skill rendah. Dengan anggapan bahwa semua programmer (katakan yang bisa bahasa pemograman php) memiliki skill yang sama, maka memilih programmer-programmer yang setuju dengan gaji rendah adalah logis.

Rendahnya Dukungan Pemerintah/Institusi Resmi di Indonesia

Partisipasi pemerintah dan institusi-institusi di Indonesia tegolong cukup rendah dalam bidang IT. Rendahnya partisipasi itu membuat perusahaan-perusahaan, terutama yang menengah di Indonesia menjadi antipati terhadap investasi dalam bidang IT. Mereka jadi beranggapan bahwa investasi IT tidak menghasilkan, mahal dan beresiko tinggi. Ditambah lagi dengan banyaknya transaksi / dokumen di Indonesia yang lebih diutamakan secara manual, makin membentuk anggapan perusahaan-perusahaan tersebut.

Kesimpulan

Terbentuknya tingkat gaji programmer di indonesia rendah diakibatkan karena banyak faktor yang cukup kompleks, dengan berbagai pihak yang ikut bertanggung jawab di dalamnya.


TOG Indonesia can provide IT professionals for temporary, fixed-period placement in your company for project-based assignments:  IT Developer, Software Tester, Project Manager, Business Analyst, System Analyst, Security Engineer, etc.

Please FOLLOW our Social Media: —> Facebook, Twitter, Instagram, and Linkedin

We provide competent trainers in the field of Information and Technology with a certified and proven track record for developing human resources from leading multinational and national companies in Indonesia. To formalize the training program while creating a strong foundation for educational programs, Triple One Global Indonesia develops by combining high quality IT education and IT Training to add broad insights into the latest developments.tog indonesia

(Visited 259 times, 1 visits today)