Seiring berkembangnya dunia dan teknologi, manusia menuntut solusi software canggih dan otomatis untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu. Object Oriented Programming (OOP) pun diciptakan untuk mempermudah hal tersebut.  Pengertian OOP, OOP merupakan paradigma pemrograman berdasarkan konsep “objek”, yang harus dimiliki semua developer agar dapat terjun dalam bisnis pengembangan aplikasi. Sederhananya, Pengertian OOP ialah dasar pemrograman software yang digunakan oleh setiap developer di berbagai perusahaan.

Tujuan diciptakannya Object Oriented Programming ialah untuk memudahkan seorang programmer dalam melakukan pengembangan program dengan cara mengikuti model yang sudah ada di kehidupan sehari-hari. Semua data dan fungsi dalam metode yang berorientasikan pada objek ini didefinisikan ke dalam kelas-kelas agar bisa saling bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah. Tentunya, hal tersebut dapat memberikan fleksibilitas lebih, kemudahan dalam mengubah program, dan dapat digunakan secara luas.

Object Oriented Programming menganut beberapa konsep yang menjadi dasar penggunaannya, yaitu Abstraction, Encapsulation, Inheritance, dan Polymorphism.

  • Abstraction

Abstraction data merupakan konsep yang menyembunyikan detail latar belakang dan hanya menampilkan informasi yang diperlukan untuk dunia luar. Singkatnya, abstraksi adalah suatu cara untuk melihat suatu objek dalam bentuk yang lebih sederhana. Sebagai contoh, Anda hanya tahu bagian-bagian penting dari mobil seperti kemudi, ban, dan rem. Tanpa menyertakan ribuan komponen elektronik, dan mekaniknya.

  • Encapsulation

Enkapsulasi adalah konsep penting OOP. Proses enkapsulasi merupakan mekanisme untuk memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi, dan menyederhanakan penggunaan sistem tersebut. Teknik ini menggabungkan atau mengkapsulkan data dan fungsi menjadi satu unit data yang dikenal sebagai class. Objek yang berada di dalam class dapat berdiri sendiri tanpa terpengaruh oleh yang lainnya.

  • Inheritance

Inheritance dalam konsep OOP adalah pewarisan attribute dan method yang dimiliki oleh sebuah class pada class turunannya, atau class baru yang memiliki fungsi turunan yang mirip dengan sebelumnya. Konsep ini menggunakan sistem bertingkat, dimana semakin jauh turunan, maka semakin sedikit pula kemiripan fungsinya.

  • Polymorphism

Kunci kekuatan OOP terletak pada konsep ini. Polymorphism merupakan kemampuan data untuk diproses lebih dari satu bentuk. Konsep ini memungkinkan objek yang berbeda-beda dapat diakses melalui interface yang serupa.

 Kelebihan OOP

  1. OOP dapat menghemat banyak waktu. Saat bekerja sama dengan tim, programmer dapat membangun class sendiri, dan komponen yang sudah dibangun tersebut dapat digabungkan menjadi satu kesatuan.
  2. OOP memudahkan dalam memelihara dan memodifikasi kode yang susah ada. Objek baru pun dapat dibuat tanpa harus mengubah kode yang sudah ada.
  3. OOP banyak ditunjang oleh library object yang reusable, sehingga program dan project pun dapat diselesaikan dengan cepat.

Kelemahan OOP

  1. Penggunaan OOP memakan daya pada CPU yang digunakan. Oleh karena itu, penggunaan perangkat terbaru sangat disarankan saat melakukan pengembangan dengan OOP.
  2. Bagi programmer yang belum terbiasa, atau tidak memiliki keterampilan yang cukup tentang pemrograman. Pembuatan kode dan pengelolaannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. .
  3. OOP memungkinkan duplikasi. Berbagai macam kemudahan OOP dalam mengembangkan program baru membuat berbagai project yang dibuat terasa seperti duplikasi.

Baca Juga: 10 Tools yang Dapat Membantu Pekerjaan Mobile apps Development

(Visited 22 times, 1 visits today)