Salah satu pekerjaan dibidang IT yang banyak dicari oleh perusahaan di Indonesia adalah site reliability engineer (SRE). Site reliability engineer adalah pekerjaan yang menangani reliabilitas situs atau aplikasi. Bagi Anda tertarik ingin menjadi SRE, yuk simak ulasan berikut ini.

Tugas Site Reliability Engineer

Tugas utama dari SRE adalah menjembatani tim operasi dan tim developer untuk mengembangkan suatu situs atau aplikasi. Tanggung jawab site reliability engineer adalah membantu penciptaan produk.

Tugas tersebut bisa selesai jika tim developer dan operations fokus dalam lingkup kerjanya masing-masing, seperti membuat fitur dan merilisnya.

Oleh karena itu, SRE harus menciptakan sistem atau tools yang bisa menunjang hal ini agar pekerjaan seperti testinglogs, dan visualisasi statistik dapat dipercepat. Mereka juga harus membantu tim developer dan operations dalam menciptakan situs atau aplikasi yang reliabel. Ketika sistem sudah otomatis berjalan, SRE wajib memantau agar berbagai sistem tersebut tetap berjalan seperti seharusnya.

Skill Site Reliability Engineer

Untuk bisa bekerja dibidang ini, ada empat skill IT yang harus dikuasai oleh SRE, yaitu development, manajemen konfigurasi, tes dan integrasinya, administrasi sistem, bahkan customer support.

Untuk pekerjaan sehari-hari SRE adalah melakukan manajemen konfigurasi, administrasi sistem, serta tes dan integrasinya. Namun, agar dapat dengan mudah ketika berkolaborasi dengan developer, SRE wajib mengetahui prinsip development.

Terakhir adalah kemampuan customer support dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pelanggan sebagai pengguna dari produk yang dijaga reliabilitasnya. Softskill yang harus dikuasai oleh SRE adalah kemampuan kerja sama dan komunikasi secara umum agar memudahkan bekerja dengan tim.

Perbedaan SRE vs DevOps Engineer

Kedua profesi ini sama-sama memiliki tugas untuk menjembatani tim developer dan operations. Namun, letak perbedaan SRE dengan DevOps engineer adalah fokus dari jembatan yang mereka bangun.

DOE adalah pekerjaan yang memprioritaskan kecepatan penciptaan website atau aplikasi, dengan menghubungkan tim developer dan membawanya ke depan tim operations.

Sementara SRE adalah reliabilitas alias menjaga agar error dan bug dari produk tetap minimal, bahkan tidak ada sama sekali. DOE bekerja pada sisi seorang pembuat produk, sementara SRE bekerja pada sisi pengguna.

Baca juga : Mengenal Profesi Network Engineer yang Banyak Dicari Perusahaan

(Visited 31 times, 1 visits today)