Untuk membangun sebuah aplikasi berbasis web yang ideal, dibutuhkan tampilan yang interaktif dan user-friendly. Oleh karena itu, dibutuhkan framework yang dapat menjadi solusi akan hal tersebut. Vue.js merupakan salah satu framework dari JavaScript yang populer dalam membangun interface website menarik dan interaktif.

Apa itu VUE.js?

Dikembangkan oleh Evan You pada tahun 2013, Vue.js merupakan progressive framework atau library dari JavaScript yang bersifat open source. Vue.js digunakan untuk membuat user interface (UI) pada website agar terlihat lebih interaktif. ­Selain itu, framework ini juga dimanfaatkan untuk pembuatan aplikasi satu halaman yang biasa disebut dengan Vue. Library pada Vue.js hanya difokuskan untuk tampilan layer saja. Framework ini mudah diimplementasikan dan diintegrasikan dengan library lainnya ataupun proyek yang sudah ada sebelumnya. Berbeda dengan framework monolitik yang lain, Vue dirancang dari dasar ke atas agar dapat diadopsi secara bertahap.

Keunggulan

  • Dapat menyelesaikan berbagai masalah dan memperkenalkan praktik JavaScript modern tanpa kerumitan yang berlebihan.
  • Mempunyai ukuran yang ringan dibandingkan framework lainnya, sekitar 18-21kb. Dengan begitu, proses pengunduhan tidak membutuhkan waktu yang lama. Semakin kecil ukuran, semakin banyak pula yang akan menggunakan.
  •  Pembuatan prototipe menjadi lebih cepat. Vue merupakan framework ringan dengan fungsionalitas yang jauh lebih berat. Framework Vue.js sangat ringan dan mudah digunakan, sehingga penyelesaian proyek atau prototipe tidak perlu memakan waktu berbulan-bulan, hanya dalam hitungan jam atau hari saja.
  • Dapat berinteraksi dua arah. Framework ini menggunakan konsep arsitektur MVVM (Model View View Model) yang dapat berkomunikasi dengan bagian proses.
  • Memiliki banyak dokumentasi dan tutorial yang bisa digunakan sebagai panduan. Dokumentasi terbilang sangat detail, mulai dari cara melakukan instalasi, integrasi, hingga kemungkinan masalah yang terjadi dan penangannya.

Vue.js yang Perlu Pemula Pelajari

Dalam pengembangan front-end, modularisasi library menggunakan framework biasa terjadi. Dengan High Decoupling pada Vue.js, perluasan fungsionalitas sangat mudah dilakukan. Tidak perlu menambah library tambahan, untuk mengatur dan merender komponen visual kecil cukup membutuhkan pustaka inti saja.

Vue.js tidak memiliki gesekan dengan library atau sumber lainnya, pengguna Vue dapat menggunakan alat yang dirasa paling nyaman bagi mereka. Sebagai contoh, pada saat menulis HTML dan JavaScript, pengguna dapat menambahkan CSS, JSX, atau TypeScript. Vue.js juga memiliki baris perintah khusus (CLI) yang dibuat dengan Node JS. Tools ini memungkinkan pengguna untuk memulai proyek menggunakan boilerplate atau template dasar.

Baca Juga: Perbedaan Java dan JavaScript yang Perlu Diketahui

(Visited 10 times, 1 visits today)