Designer UX – Pasti kita familiar dengan kata-kata UI dan UX yang merupakan singkatan dari User Interface dan User Experience. Secara pengertian umum, UI itu merujuk pada tampilan dari suatu produk atau sistem – khususnya aplikasi web atau mobile – dan UX merujuk pada pengalaman, perasaan, dan persepsi user terhadap produk tersebut.

Berhubung dari judul ada kalimat designer, banyak orang yang berpikir kalau kerjaannya seorang UX designer itu berhubungan dengan desain-mendesain grafis atau tampilan aja. Padahal, tampilan itu cuma satu dari sekian banyak kerjaannya seorang UX designer. Mulai dari ngerti research, bisa menganalisis data, sampai gimana mengimplementasikan hal tersebut ke dalam sebuah aplikasi secara efektif.

Profesi sebagai UX designer bisa dibilang masih jarang banget di Indonesia. Ngga ada tuh yang namanya pendidikan formal untuk belajar UX, jadi biasanya, UX designer yang saya kenal itu adalah programmer yang suka desain, atau sebaliknya, desainer yang belajar programming. Padahal ternyata, UX itu kerjaannya lebih dari sekadar ngedesain dan ngoding. Karena tujuan UX design untuk meningkatkan kepuasan imelalui pengalaman interaksi dengan produk yang baik, makanya ngga cukup cuma sekadar program yang canggih atau desain yang menarik.

Vina Zerlina, seorang UX designer dari Amazon.com yang kerja di kantor Amazon pusat di Seattle, Amerika Serikat. Vina sharing soal kerjaan dia sebagai UX designer di salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia ini.

Menurut Vina, ada beberapa hal nih yang harus dikuasai seseorang kalau mau mahir jadi Designer UX.

1. Fokus Pada User

designer ux

Who are they? What do they need? What is their problem? How can we solve the problem? Selalu lihat masalah dari kacamata pengguna, dan tawarkan apa yang terbaik buat mereka. Cara paling gampang, tanya dan dapetin feedback dari user.

2. Kemampuan Melihat Dan Menyelesaikan Masalah Dari Berbagai Sisi

UX is not all aboutdesign, but also text, program, code, and the whole nine yards. Ketika kita diberikan satu masalah, gimana menyatukan dan mengkompromikan semua faktor yang ada, sehingga menjadi sebuah solusi yang komprehensif. Makanya, punya tim yang kompak dan solid itu penting, sehingga ada yang bantu kita untuk cari ide dan mikir pemecahan masalahnya, biar ngga pusing sendiri!

3. Rely on Data

designer ux

Start from research. Ketika sesuatu dimulai dari data, kita ngga akan berasumsi. Kalau ragu-ragu, cek lagi datanya, bener ngga sih? Ketika kita tidak berasumsi, maka diharapkan hasilnya akan akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

4. Keeping Things Simple

Jangan sampe kita cuma sok-sokan mau bikin sesuatu biar kelihatan keren, padahal ngga ada gunanya, atau yang lebih parah, bikin jadi super ribet. Ini bukan soal pamer skill ngoding, tapi gimana menempatkan keahlian kita untuk efektivitas dan efisiensi.

5. Never Settle

 

designer ux

Hal paling dasar dari mendesain UX adalah iterasi, mengulang dan mengecek kembali proses yang sudah dilakukan. Apa saja yang bisa diperbaiki, dan gimana supaya bikin produk tersebut semakin sempurna. Kuncinya adalah ngga pernah puas.


TOG Indonesia can provide IT professionals for temporary, fixed-period placement in your company for project-based assignments:  IT Developer, Software Tester, Project Manager, Business Analyst, System Analyst, Security Engineer, etc.

Please FOLLOW our Social Media: —> Facebook, Twitter, Instagram, and Linkedin

We provide competent trainers in the field of Information and Technology with a certified and proven track record for developing human resources from leading multinational and national companies in Indonesia. To formalize the training program while creating a strong foundation for educational programs, Triple One Global Indonesia develops by combining high quality IT education and IT Training to add broad insights into the latest developments.tog indonesia

(Visited 55 times, 1 visits today)