Wawancara kerja adalah salah satu tahap yang paling mempengaruhi kesempatan kamu untuk diterima kerja diperusahaan tersebut. Di dalam tahap wawancara lah si pewawancara baik dari bidang recruitment atau HR bisa menilai diri kamu sepenuhnya, mulai dari cara menjawab pertanyaan, menjelaskan jawaban, gesture tangan ketika berbicara, intinya keseluruhan bahasa/gerak tubuh bisa menjadi point-point yang dijadikan sebagai penilaian.

Grogi adalah reaksi alami ketika menghadapi proses wawancara kerja. Terutama jika itu wawancara kerja pertama kamu atau wawancara kerja untuk posisi yang sudah menjadi profesi impian kamu selama ini.

Tapi bukan berarti situasi grogi ini tidak bisa diperbaiki atau setidaknya dikurangi. Jika kamu adalah orang yang berkepribadian introvert atau pemalu pasti sudah bisa memprediksikan situasi apa yang akan dihadapi ketika wawancara kerja, grogi yang berlebihan bisa menjadi salah satu kemungkinan yang paling buruh yang bisa terjadi.

Tidak ada yang salah jika mengalami grogi sedikit karena grogi adalah situasi yang tidak bisa dihindari untuk beberapa orang, tapi grogi berlebihan bisa merusak hasil wawancara kerja yang kamu inginkan. Kamu sudah menyiapakan jawaban yang bagus untu kisi-kisi pertanyaan wawancara yang sudah kamu pelajari tapi jadi berantakan ketika hari H karena grogi berlebihan.

Apapun kepribadian kamu, grogi adalah kondisi yang bisa menyerang siapapun. Jadi tidak ada salahnya jika kamu berlatih terlebih dahulu sebagai bentuk jaga-jaga jika rasa gugup menyerang ketika kamu sedang wawancara kerja.

Ini dia beberapa tips atasi Grogi Saat Wawancara Kerja:

1. Berlatih Berbicara secara Lugas Beberapa Hari sebelum Hari H

wawancara kerja

Selagi mempelajari beberapa jenis pertanyaan wawancara kerja yang didapat dari internet, kamu bisa juga sekaligus melatih cara kamu menjawab pertanyaan tersebut. Dari cara menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa belajar bagaimana cara memperbaiki cara berbicara kamu, mulai dari nada bicara, tempo bicara, gesture tangan dan gerak anggota tubuh lain ketika berbicara.

Jika ada yang dikira kurang menarik dilihat dari cara kamu berbicara, kamu bisa belajar untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Seperti tempo berbicara terlalu cepat, atau terlalu banyak melakukan gerakan tangan ketika menjelaskan sesuatu.

Terlalu cepat dan banyak pergerakan dalam berbicara akan membuat kamu menjadi cepat lelah dan susah fokus. Usahakan untuk selalu tenang dalam menjawab pertanyaan dengan berbicara sedikit lambat dari biasa secara bertahap sampai ke tempo yang normal. Cara berbicara yang santai dan lugas akan membuat kamu tenang dan menjadi lebih fokus dalam menjawab pertanyaan.

2. Mempelajari Informasi dari Perusahaan yang Mengundang Wawancara secara Menyeluruh

Dengan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perusahaan yang mengundang kamu untuk wawancara kerja, kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan seputar perusahaan bahkan sampai posisi yang dilamar.

Biasanya, pertanyaan seputar perusahaan yang akan sering ditanyakan adalah “apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami?”, “apakah kamu mengenal betul dibidang apa perusahaan kami bergerak?”, “apakah kamu tau siapa saja yang menjadi kompetitor perusahaan kami?”,”kira-kira pekerjaan apa yang bisa dilakukan untuk perusahaan kami dari posisi yang kamu lamar?” dan “apa pendapat kamu mengenai perusahaan kami?”

Nah, dengan memenuhi diri kamu dengan informasi yang cukup mengenai perusahaan yang kamu incar walaupun sedikit gugup kamu akan tetap sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cukup lancar karena bekal ilmu dan informasi yang cukup dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara baik, bisa membuat si pewawancara menilai kamu dengan cukup baik berdasarkan antusias kamu terhadap perusahaannya mereka.

3. Ajak Teman Kamu untuk Reka Adegan sebagai Bentuk Latihan

wawancara kerja

Jika kamu kesulitan berlatih sendiri, ajak teman kamu dengan menyuruh mereka seolah-olah berperan sebagai seorang yang akan mewawancarai kamu. Minta tolong pada teman kamu untuk mengevaluasi semua cara kamu berbicara hingga bersikap ketika menjawab pertanyaan wawancara.

Dengan meminta pendapat orang lain, kamu bisa dengan lebih baik lagi dalam mencari kekurangan dan cara memperbaikinya. Jika bisa suruh teman kamu mencoba berperan menjadi seorang pewawancara dengan berbagai kepribadian, seperti yang tegas, ramah, atau yang cuek. Dengan begitu kamu bisa mempelajari secara lebih baik bagaimana mengatasi kegugupan dengan situasi tertentu.

4. Berlatih Menarik Nafas Panjang ketika Panik

Kamu sudah cukup percaya diri dan berhasil mengurangi rasa gugup ketika wawancara, tapi tiba-tiba panik dan ‘blank’ karena pertanyaan tertentu yang tidak diduga atau sulit dijawab. Jangan panik, cobalah untuk berlatih menghadapi situasi ini dengan menarik nafas panjang sebelum menjawabnya.

Jika kamu tidak bisa menjawab, kamu bisa jawab dengan sejujurnya tapi dengan bahasa yang baik seperti “maaf terkait pertanyaan sebelumnya saya tidak bisa menjawab karena saya belum pernah disituasi tersebut dan….” berikan alasan yang masuk akal dan tentu saja yang jujur.

5. Berlatih Mengurangi Penggunaan Bunyi ‘Eee’ ketika Menjawab Pertanyaan

wawancara kerja

Ada beberapa dari kita memiliki kebiasaan mengeluarkan bunyi ‘eee’ ketika berbicara, itu biasanya terjadi ketika kita berbicara terlalu cepat atau lambat dan juga terlalu gugup. Tanpa kita sadari menggunakan terlalu banyak bunyi ‘eee’ dalam menutupi kegugupan ternyata bisa mengurangi penilaian si pewawancara dan bisa menganggap kita tidak siap untuk wawancara dan kesulitan menjawab pertanyaan dasar.

Untuk menghindari cara tersebut, cobalah mulai berlatih mengganti kebiasaan mengeluarkan bunyi ‘eee’ dengan menarik dan menahan napas sebentar ketika itu akan terjadi. Lakukan secara berkala sehingga berikutnya itu akan menjadi kebiasaan dan jika situasi grogi ketika wawancara menyerang atau kamu membutuhkan waktu dan harus berpikir sedikit lebih keras ketika menjawab pertanyaan tersebut, kamu tidak akan mengeluarkan bunyi ‘eeee’ ketika sedang menjawab pertanyaan.


TOG Indonesia can provide IT professionals for temporary, fixed-period placement in your company for project-based assignments:  IT Developer, Software Tester, Project Manager, Business Analyst, System Analyst, Security Engineer, etc.

Please FOLLOW our Social Media: —> Facebook, Twitter, Instagram, and Linkedin

We provide competent trainers in the field of Information and Technology with a certified and proven track record for developing human resources from leading multinational and national companies in Indonesia. To formalize the training program while creating a strong foundation for educational programs, Triple One Global Indonesia develops by combining high quality IT education and IT Training to add broad insights into the latest developments.tog indonesia

(Visited 34 times, 3 visits today)