Cepat atau lambatnya kecepatan server menjadi penentu user experience pada website yang Anda miliki. Semakin cepat server, semakin tinggi pula traffic yang Anda dapatkan. Demikian mengapa pentingnya menggunakan layanan hosting terbaik agar website bekerja dengan cepat dan optimal. Bicara soal yang terbaik, Apache dan Nginx menjadi open-source web server yang paling populer. Keduanya sama-sama menawarkan fitur yang canggih untuk memenuhi kebutuhan website.  Pada artikel kali ini Anda akan menemukan perbedaan antara Apache vs Nginx, dan mana yang terbaik dari kedua server populer ini.  Simak sampai selesai, ya!

Apache vs Nginx, Manakah yang Lebih Baik?

Apa itu Apache?

Apache merupakan open-source web server yang diciptakan oleh Robert McCool pada tahun 1995, dan dikembangkan melalui Apache Software Foundation sejak 1999. Karena bersifat sumber terbuka, Apache dapat diteliti, ditingkatkan, dan source code dapat diadaptasikan sesuai keinginan.

Tujuan utama diciptakannya Apache adalah untuk menyediakan web server kelas komersial yang efisien, aman, dan fleksibel sesuai dengan standar HTTP saat ini. Apache menawarkan berbagai modul yang dapat memperluas fungsinya.

Pada mulanya, sistem  ini tidak  dirancang untuk bekerja dengan banyak koneksi modern web traffic, kini Apache berhasil mengembangkan beberapa solusi untuk menyelesaikan masalah koneksi yang datang.

 Apa itu Nginx?

Nginx adalah web server ringan dan berperforma cepat yang dirilis pada tahun 2004 oleh Igor Sysoev. Nginx dikenal melalui arsitekturnya yang bersifat asinkron dan event-driven, sehingga memungkinkan penghematan resource server dengan lebih baik.

Berbeda dengan sistem web server lainnya, Nginx dapat menangani hingga 10.000 masalah koneksi secara bersamaan dalam satu waktu (C10K Problem). Selain itu, Nginx mampu memproses konten statis dan dinamis dengan baik, karena sistem ini dihubungkan ke software lain yang menangani konten dinamis.

Perbandingan Apache vs Nginx  

Perbedaan antara Apache dan Nginx dapat dilihat dari beberapa aspek. Berikut perbedaan keduanya :

1. Pengendalian Traffic

Cara Apache memproses traffic adalah dengan multi-processing modules (MPM). Dimana MPM ini terdiri dari tiga mekanisme berbeda, yaitu prefork, worker, dan event.

Prefork, hanya bisa menangani satu request saja. Ketika jumlah traffic besar, performa server ini akan menurun. Worker, bersifat multi-thread dimana server ini dapat menangani banyak request. Sehingga, MPM ini cocok digunakan untuk website dengan traffic tinggi. Sama halnya dengan worker, Event juga bersifat multi thread. Namun yang membedakannya, masing-masing thread memiliki pendukung sendiri. Sehingga tingkat efisiensi bisa menjadi lebih tinggi.

Sementara itu, Nginx menggunakan algoritma yang bersifat asinkron, non-blocking, dan event-driven pada proses traffic-nya. Proses ini dapat mengelola banyak sub-proses yang mampu menangani ribuan request bersamaan.

2. Proses Konten Dinamis

Tanpa bantuan software tambahan, Apache mampu memproses konten dinamis. Web server ini memiliki modul yang dapat dilepas-pasang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, eksekusi konten dinamis dapat lebih cepat dilakukan dengan konfigurasi yang mudah.

Pada proses konten dinami, Nginx tidak memiliki keunggulan seperti Apache. Nginx harus menggunakan software tambahan untuk memproses konten dinamis, dan menghubungkan sendiri software tambahan tersebut.

3. Dokumentasi & Tools

Apache adalah web server yang sudah hadir sejak lama, sehingga dokumentasi yang tersedia sudah banyak dalam berbagai bahasa. Semntara Nginx, pada awalnya web server ini hanya tersedia dalam bahasa Rusia. Namun, dengan populeritas yang terus meningkat, Nginx sudah banyak tersedia dalam berbagai bahasa.

4. File .htaccess

Salah satu keunggulan utama Apache adalah web server ini menawarkan file ht .htaccess’. Dengan file ini, pengguna shared hosting dapat merancang konfigurasi khusus untuk situs web mereka, tanpa mengubah konfigurasi utama.

Berbeda dengan Apache, Nginx tidak menyediakan akses konfigurasi tambahan. Meskipun dirasa kurang fleksibel, konfigurasi yang tidak mudah diganti ini dianggap lebih aman. Kemudian manfaat dari kekurangan Nginx ini adalah tanpa melalui proses tambahan file .htaccess, request bisa dilayani dengan lebih cepat.

5. Modul

Untuk memperluas set fitur web server dengan menambahkan modul, keduanya menawarkan berbagai modul resmi. Meskipun, Apache memiliki sedikit keunggulan dengan 60 modul resmi yang tersedia.

Modul-modul pada Apache sudah tersedia, sehingga lebih praktis karena mudah untuk mengaktifkan atau mematikan modul. Sementara Nginx, source code harus dikompilasi saat diinstal di server, tentunya tidak sepraktis Apache.

Apache vs Nginx : Lebih baik mana?

Apache vs Nginx sama-sama mampu menangani traffic,  memproses konten dinamis, dan memiliki kumpulan modul yang bisa digunakan untuk memperluas fungsi. Meskipun demikian, keduanya memiliki kelemahan dan kekurangannya masing-masing.

Untuk menentukan mana yang baik dan tidak, dapat dinilai dari penjelasan yang telah kami rangkum di atas. Pilihlah salah satu web server yang dirasa dapat memenuhi kebutuhan Anda. Anda juga bisa menggunakan keduanya sekaligus jika bingung memilih web server yang paling tepat. 

Cara menggunakan keduanya sekaligus bisa dengan menggunakan Nginx sebagai reverse proxy untuk memproses traffic tinggi dan konten statis, sementara konten dinamis bisa dilakukan dengan Apache.

Baca Juga: 6 Tipe Data Dalam Pemrograman yang Pelu Diketahui

(Visited 43 times, 1 visits today)