Budaya Positif – Memiliki budaya yang positif bekerja di perusahaan impian dengan posisi yang sesuai dengan minat pasti menyenangkan. Namun, ada kalanya kamu merasa bekerja menjadi sangat membosankan dan membuat kamu merasa jenuh. Mungkin bukan karena pekerjaan kamu sendiri, bisa juga karena lingkungan kamu saat bekerja kurang sesuai dengan kepribadian kamu. Hal itu tentu saja tidak bisa kamu salahkan sepenuhnya karena kamulah yang seharusnya beradaptasi dengan lingkungan dan budaya perusahaan tempat kamu bekerja.

Faktanya, lingkungan kerja budaya positif terbentuk berdasarkan company culture atau budaya perusahaan yang diterapkan perusahaan itu sendiri. Misalnya, masih ada perusahaan yang mewajibkan kamu memanggil atasan kamu dengan sebutan tuan atau nyonya. Hal kecil seperti itu dapat saja membuat kamu merasa jenuh dan bosan dengan pekerjaan kamu. Beberapa hal ini dapat kamu terapkan untuk mengurangi rasa jenuh kamu dengan budaya perusahaan tempat kamu bekerja dengan cara merubah cara pandang kamu sendiri.

1. Menulis Untuk Diri Kamu Sendiri

budaya positif

Tanpa kamu sadari, dengan tulisan dapat memberikan dampak yang cukup signifikan. Faktanya otak manusia lebih suka dan lebih mudah untuk tulisan yang dikemas dengan menarik. Nah, kamu dapat memanfaatkan hal itu untuk menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan tempat kamu bekerja. Namun, menulis dan menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan merupakan dua hal yang berbeda. Kamu dapat mencobanya dengan menuliskan motivational quotes untuk menyemangati hari-hari kamu saat sedang bekerja.

Baca juga: Atasi Grogi Saat Wawancara Kerja

Selain dapat membantu kamu bersemangat, dengan tulisan kamu juga dapat membantu kamu untuk mengingat sesuatu. Bukan hanya mengenai pekerjaan, kamu dapat mulai mencoba menulis hal lain seperti menulis apa saja yang perlu kamu syukuri setiap harinya, apa saja upaya yang bisa kamu lakukan untuk cepat beradaptasi dengan budaya perusahaan, hingga apa saja yang menjadi hal yang dapat membantu rekan kerja kamu yang lainnya untuk meningkatkan kinerja mereka. Sehingga setelah kamu beradaptasi dengan budaya perusahaan, kamu akan beradaptasi dalam lingkungan kerja kamu mulai dari pekerjaan hingga antara sesama rekan kerja. Kamu dapat mencoba menulis di note book, sticky notes, atau di notes di laptop atau komputer kamu.

2. Memberikan Apresiasi Kepada Rekan Kerja Kamu

budaya positif

Baca juga: Tips Untuk Berhasil Lancar Wawancara Kerja

Tanpa kamu sadari, karena jarang atau hampir tidak pernah memberi apresiasi kepada rekan kerja kamu dapat merusak budaya perusahaan yang sudah ada. Beberapa dari kamu pasti pernah memiliki perasaan yang tidak menyenangkan saat upaya kamu saat bekerja tidak diapresiasi. Selain dapat membuat kamu jadi lebih malas untuk bekerja dengan maksimal, tidak mendapatkan atau memberikan apresiasi dapat merusak budaya perusahaan mulai dari relasi dengan sesama rekan kerja hingga sistem kerja.

Coba bayangkan jika kamu tetap memberi apresiasi kepada rekan kerja kamu. Tentunya rekan kerja kamu akan merasa lebih dihargai pekerjaannya, hal itu dapat menjadi motivasinya sendiri untuk meningkatkan kinerjanya. Kamu dapat mencoba memberi apresiasi dengan kata-kata sederhana seperti, “Good job on the latest event!” atau “Hasil kerja kamu dalam mengembangkan website perusahaan sangat mengagumkan!” Selain itu kamu juga dapat memberi apresiasi yang lebih berkesan dengan memberikan kartu ucapan, atau mengirimkan email langsung kepada rekan kerja kamu. Dengan hal kecil ini, rekan kerja kamu akan merasa nyaman dengan budaya perusahaan tempat kamu bekerja. Kamu juga tidak perlu ragu untuk melakukan hal ini jika sebelumnya di perusahaan kamu tidak ada yang pernah melakukan hal serupa.

3. Memberikan Masukan Positif Untuk Mengembangkan Budaya Perusahaan

budaya positif

Tentunya tidak semua orang dapat bekerja sesuai dengan yang kamu harapkan. Ada sebagian dari rekan kerja kamu yang memiliki kemampuan lebih dari yang ia perlihatkan, ada juga mereka yang sudah berusaha semampu mereka namun tidak membuahkan hasil yang sesuai. Kesalahan seorang leader adalah ketika ia tidak dapat memimpin tim nya untuk mencapai target yang ditentukan. Namun, yang menjadi kesalahan lebih besar ketika seorang leader tidak dapat membantu anggota tim nya untuk memecahkan masalah atau malah mencaci maki mereka di depan orang lain. Jika semua leader di perusahaan tempat kamu bekerja melakukan hal ini, maka dapat dipastikan budaya perusahaan tersebut akan semakin buruk kian harinya.

Jika kamu berharap rekan kerja kamu memberikan hasil kerja yang positif untuk perusahaan, maka berikanlah masukan positif yang membantunya untuk berkembang. Dengan memberikan masukan positif, rekan kerja kamu akan tetap merasa dihargai dan semakin ingin berkembang lebih baik lagi. Memberikan masukan positif bukan menjadi yang baru bagi perusahaan, karena tentunya hal tersebut sudah menjadi bagian tersendiri dalam budaya perusahaan tersebut. Kamu dapat mencoba memberikan masukan positif mulai dari cara mengatur waktu saat bekerja, memberi saran dalam bekerja, hingga memberikan buku atau artikel positif untuk membantu rekan kamu berkembang.

4. Menerima Kritik yang Membangun

budaya positif

Beberapa dari kita sangat tidak suka dikritik. Bukan hanya berpotensi merusak budaya perusahaan, tetapi dengan menolak kritik juga dapat menghambat pengembangan diri kamu. Bayangkan kita 90% dari rekan kerja kamu sangat tidak suka dikritik, tentunya perusahaan tersebut akan sulit berkembang walaupun sudah menerapkan budaya perusahaan yang tepat. Kamu memerlukan kritik dari orang lain untuk mengembangkan kemampuan hingga karakter kamu.

Tidak dapat dipungkiri beberapa orang memang memberikan kritik yang cukup pedas, tentunya kamu tidak perlu menerima kritik yang sama sekali membangun. Misalkan seseorang mengkritik kamu sangat tidak berbakat dalam mendesign. Jika professi kamu sebagai graphic designer kritik tersebut tentu sangat tidak membangun. Kamu juga dapat mencoba menerima kritik dengan memikirkan hal positif apa dari kritik tersebut yang dapat kamu gunakan untuk mengembangkan diri kamu hingga budaya perusahaan di tempat kamu bekerja.

Baca juga: Punya Pribadi Introvert?

5. Mengucapkan Terima Kasih

Banyak dari orang menyepelekan ucapan terima kasih padahal itu termasuk ke dalam budaya positif. Walaupun karena hal itu beberapa dari kita sudah terbiasa tidak menerima ucapan terima kasih. Namun jika hal ini terus dibiarkan tentunya dapat merusak budaya perusahaan yang ada. Mengucapkan terima kasih sebenarnya menjadi bagian dalam memberi apresiasi. Karena dengan mengucap terima kasih tandanya kamu menghargai apa yang dikerjakan rekan kerjamu.

Untuk itu mengucap terima kasih sangat penting, selain dapat mengembangkan karakter membudayakan berterima kasih juga dapat membangun budaya perusahaan. Karena kamu akan terbiasa melakukan hal itu baik dalam kantor ataupun saat diluar kantor. Tentunya hal itu dapat membangun citra dari perusahaan tempat kamu bekerja. Membiasakan diri untuk berbudaya mengucapkan terima kasih dapat membuat kamu lebih bahagia di kantor karena tanpa disadari kamu menysukuri tentang apa yang kamu kerjakan atau rekan kamu kerjakan.


TOG Indonesia can provide IT professionals for temporary, fixed-period placement in your company for project-based assignments:  IT Developer, Software Tester, Project Manager, Business Analyst, System Analyst, Security Engineer, etc.

Please FOLLOW our Social Media: —> Facebook, Twitter, Instagram, and Linkedin

We provide competent trainers in the field of Information and Technology with a certified and proven track record for developing human resources from leading multinational and national companies in Indonesia. To formalize the training program while creating a strong foundation for educational programs, Triple One Global Indonesia develops by combining high quality IT education and IT Training to add broad insights into the latest developments.tog indonesia

(Visited 29 times, 1 visits today)