Aplikasi native atau native app disebut juga dengan aplikasi asli. Software yang dibangun dengan bahasa pemrograman spesifik dan hanya dapat digunakan di perangkat tertentu, baik itu Android, iOS, dan OS lainnya. Karena dibuat secara spesifik untuk perangkat sistem operasi tertentu, aplikasi native ini memiliki performa yang lebih cepat dan kapabilitas yang luas dari segi user experience.

Native bekerja di sistem perangkat yang berbeda, sehingga bahasa pemrograman yang digunakan untuk membentuknya pun berbeda.

  • Android

Pada platform Android, native app dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Java menjadi bahasa pemrograman yang populer dan selalu dimanfaatkan oleh developer Android. Selain Java, Kotlin juga menjadi bahasa pemrograman baru yang bisa digunakan untuk membuat native app.

  • iOS

Pada sistem perangkat iOS, Objective-C banyak digunakan untuk mengembangkan native app. Tapi, sekarang ini, programmer cenderung menggunakan bahasa pemrograman Swift untuk native app di sistem iOS.

  • Windows

Jika Android dan iOS memiliki dua opsi bahasa pemrograman, sistem perangkat Windows hanya memerlukan C# saja sebagai bahasa dasar mereka.

Kelebihan Aplikasi Native

  1. Performa Tinggi

Aplikasi yang dibuat dan dioptimalkan secara khusus dengan spesifikasi dan OS tertentu dapat memberikan tingkat kinerja yang luar biasa. native app bekerja dengan cepat bukan karena pengoptimalannya saja, tetapi karena aplikasi ini juga ditulis dengan bahasa pemrograman yang sama dengan perangkat.

  1. Pengalaman Lebih Baik

Aplikasi native disesuaikan dengan user interface, sehingga tampilan menjadi lebih user friendly. Pengembang aplikasi native dapat mengakses fitur layout dari setiap perangkat. Sehingga, aplikasi ini dapat mengatur rasio, dan menyesuaikan lebar layar perangkat. Desainer dan pengembang juga memiliki kebebasan berkreasi untuk meningkatkan tampilan aplikasi agar lebih menarik dan berfungsi dengan baik.

  1. Keamanan Terpercaya

Native app dilindungi oleh berbagai macam sistem keamanan, sehingga sulit untuk di hack. Selain itu, aplikasi ini menggunakan software development kit (SDK) yang sesuai dengan platformnya. Sehingga, pengembangan bisa lebih optimal terutama pada sistem keamanan.

Kekurangan Aplikasi Native

  1. Biaya Pengembangan Mahal

Proses pengembangan native app sangat rumit dan membutuhkan pengembang yang berkualitas. Untuk membayar developer khusus pembuat aplikasi perangkat tertentu dibutuhkan biaya yang lebih banyak. Biaya pemeliharaan untuk dua aplikasi berbeda pun  harus dipertimbangkan.

  1. Waktu Pengembangan yang Panjang

Aplikasi ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk dibangun, terlebih jika aplikasi tersebut untuk digunakan dalam perangkat iOS dan Android. Berbeda dengan aplikasi hybrid yang hanya menggunakan satu basis code, setiap pengembangan native app menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda. Itulah yang memperlambat waktu pengembangan.

  1.   Tidak Fleksibel

Pengembang hanya mengembangkan sebuah aplikasi yang hanya digunakan di satu platform saja. Ketika ingin melakukan pengembangan untuk platform lain, Anda perlu mengembangkan aplikasi baru lagi. Selain itu, Anda juga harus menguasai bahasa pemrograman yang sesuai dengan platform yang akan dibuat.

Baca Juga: Apa itu Cloud Server? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kelebihannya

(Visited 44 times, 1 visits today)