Seiring berjalannya waktu, sertifikasi profesional menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh para lulusan perguruan tinggi, tak terkecuali di bidang IT.  Pada bidang IT, CompTIA adalah salah satu sertifikasi yang sering digunakan. Sertifikasi CompTIA sangat baik untuk membangun karir IT, dan merupakan salah satu syarat perekrutan pada perusahaan tertentu. Apa itu CompTIA? Bagaimana cara mendapatkan sertifikatnya? Yuk, simak ulasannya dalam artikel berikut.   

Mengenal CompTIA

Sertifikasi CompTIA

Sumber Gambar: insoftservices.uk

CompTIA adalah asosiasi perdagangan non-profit yang menyediakan ujian sertifikasi dan kursus persiapan ujian untuk teknologi informatika. Awal dikenal sebagai Association of Better Computer Dealers, organisasi ini mengubah namanya menjadi Computing Technology Industry Association pada tahun 1992.

CompTIA mengembangkan ujian pelatihan dan sertifikasi untuk dasar manajemen sistem operasi, manajemen jaringan, keamanan, pengembangan open-source, cloud, dan mobilitas. Pengembangan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa sertifikasi dapat memenuhi kebutuhan tantangan sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Sertifikasi CompTia

CompTia diakui sebagai sertifikasi dasar bagi setiap individu yang ingin mengawali karir maupun yang sudah berkarir di bidang IT. Sertifikasi CompTia menguji pengetahuan dan keterampilan individu dalam berbagai bidang. Berikut sertifikat yang ditawarkan oleh CompTIA.

1. Core Certification

Sertifikasi inti CompTIA dirancang untuk membangun keterampilan dasar di bidang IT. Terdapat empat jenis sertifikat yang bisa didapatkan dari sertifikasi ini, yaitu :

  • CompTIA A+ : Berfokus pada konsep dasar dari Personal Computer, hardware, troubleshooting, perbaikan dan maintenance, konsep sistem operasi Windows, jaringan komputer, hingga keamanan komputer;
  • IT Fundamentals : Sertifikasi pra-karir yang berfokus pada kerangka dasar IT;
  • Network+ : Sertifikasi ini berfokus pada infrastruktur jaringan komputer berikut pengenalan konsep maintenance, management, serta troubleshooting-nya;
  • Security+ : Sertifikasi yang berfokus pada keahlian dan pengetahuan dalam bidang cyber security.

2. Infrastructure Certification

Menurut CompTIA, infrastruktur IT merupakan landasan operasi yang diperlukan agar bisnis berfungsi. Sertifikat ini dibuat untuk melengkapi sertifikasi network+.

  • Linux+ : Sertifikasi yang menguji keahlian dan pengetahuan sistem operasi Linux, dan mendapat dukungan dari Linux Professional Institute;
  • Server+ : Berfokus pada dukungan dan administrasi server;
  • Cloud+ : Sertifikasi ini berhubungan dengan hybrid cloud, administrasi pusat data, dan penyebaran sumber daya penyimpanan jaringan.

3. Cybersecurity Certification

Meningkatnya serangan siber di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, profesional cybersecurity dengan kemampuan mumpuni dibutuhkan oleh perusahaan. Berikut sertifikat CompTIA pada bidang ini :

  • Cyber Security Analyst (CySA+) : Sertifikat ini ditujukan untuk analis perilaku keamanan IT;
  • CompTIA Advanced Security Practitioner (CASP+) : Sertifikat ini ideal bagi profesional yang merancang dan menerapkan solusi keamanan;
  • Penetration Testing (CompTIA PenTest+) : Sertifikat ini berfokus pada penggunaan pengujian penetrasi untuk mengidentifikasi dan mengelola kerentanan jaringan.

Baca Juga: 5 Sertifikat IT Security yang Banyak Dicari Perusahaan

(Visited 25 times, 1 visits today)